Senin, 09 Januari 2012

[Periode 4] Agama Dan Masyarakat

Nama  : Nur Aini Ayu Solichatin
NPM   : 15111344
Kelas : 1KA34


  Agama memiliki peranan yang sangat penting dalam kehidupan manusia dan masyarakat, karena agama memberikan sebuah system nilai yang memiliki derivasi pada norma-norma masyarakat untuk memberikan pengabsahan dan pembenaran dalam mengatur pola perilaku manusia, baik di level individu dan masyarakat.

Definisi Agama


Dengan singkat definisi agama menurut sosiologi adalah definisi yang empiris. Sosiologi tidak pernah memberikan definisi agama yang evaluative (menilai). Sosiologi angkat tangan mengenai hakikat agama, baiknya atau buruknya agama atau agama–agama yang tengah diamatinya. Dari pengamatan ini sosiologi hanya sanggup memberikan definisi deskriptif (menggambarkan apa adanya) yang mengungkapkan apa yang dimengerti dan dialami pemeluk-pemeluknya.
   Dalam kamus sosiologi, pengertian agama ada 3 macam yaitu:
  1. Kepercayaan pada hal-hal yang spiritual
  2. Perangkat kepercayaan dan praktek-praktek spiritual yang dianggap sebagai tujuan tersendiri
  3. Ideologi mengenai hal-hal yang bersifat supranatural
 
  Definisi agama menurut Durkheim adalah suatu “sistem kepercayaan dan praktek yang telah dipersatukan yang berkaitan dengan hal-hal yang kudus kepercayaan-kepercayaan dan praktek-praktek yang bersatu menjadi suatu komunitas moral yang tunggal.”

   Sedangkan menurut pendapat Hendro puspito, agama adalah suatu jenis sosial yang dibuat oleh penganut-penganutnya yang berproses pada kekuatan-kekuatan non-empiris yang dipercayainya dan didayagunakannya untuk mencapai keselamatan bagi mereka dan masyarakat luas umumya.

Ruang Lingkup Agama

  Secara garis besar ruang lingkup agama mencakup :
a. Hubungan manusia dengan tuhannya
     Hubungan dengan tuhan disebut ibadah. Ibadah bertujuan untuk mendekatkan diri manusia kepada tuhannya.

b. Hubungan manusia dengan manusia
 Agama memiliki konsep-konsep dasar mengenai kekeluargaan dan kemasyarakatan. Konsep dasar tersebut memberikan gambaran tentang ajaran-ajaran agama mengenai hubungan manusia dengan manusia atau disebut pula sebagai ajaran kemasyarakatan. Sebagai contoh setiap ajaran agama mengajarkan tolong-menolong terhadap sesama manusia.

c. Hubungan manusia dengan makhluk lainnya atau lingkungannya
   Di setiap ajaran agama diajarkan bahwa manusia selalu menjaga keharmonisan antara makluk hidup dengan lingkungan sekitar supaya manusia dapat melanjutkan kehidupannya.

Fungsi Dan Peran Agama Dalam Masyarakat

   Dalam hal fungsi, masyarakat dan agama itu berperan dalam mengatasi persoalan-persoalan yang timbul di masyarakat yang tidak dapat dipecahakan secara empiris karena adanya keterbatasan kemampuan dan ketidakpastian. Oleh karena itu, diharapkan agama menjalankan fungsinya sehingga masyarakat merasa sejahtera, aman, stabil, dan sebagainya.

   Agama dalam masyarakat bisa difungsikan sebagai berikut :
a. Fungsi edukatif 
  Agama memberikan bimbingan dan pengajaaran dengan perantara petugas-petugasnya (fungsionaris) seperti syaman, dukun, nabi, kiai, pendeta imam, guru agama dan lainnya, baik dalam upacara (perayaan) keagamaan, khotbah, renungan (meditasi) pendalaman rohani, dsb.

b. Fungsi penyelamatan
  Bahwa setiap manusia menginginkan keselamatan baik dalam hidup sekarang ini maupun sesudah mati. Jaminan keselamatan ini hanya bisa mereka temukan dalam agama. Agama membantu manusia untuk mengenal sesuatu “yang sakral” dan “makhluk teringgi” atau Tuhan dan berkomunikasi dengan-Nya. Sehingga dalam yang hubungan ini manusia percaya dapat memperoleh apa yang ia inginkan. Agama sanggup mendamaikan kembali manusia yang salah dengan Tuhan dengan jalan pengampunan dan Penyucian batin.

c. Fungsi pengawasan sosial (social control)
  • Agama meneguhkan kaidah-kaidah susila dari adat yang dipandang baik bagi kehidupan moral warga masyarakat.
  • Agama mengamankan dan melestarikan kaidah-kaidah moral ( yang dianggap baik )dari serbuan destruktif dari agama baru dan dari system hokum Negara modern.

d. Fungsi memupuk Persaudaraan
  Kesatuan persaudaraan berdasarkan kesatuan sosiologis ialah kesatuan manusia-manusia yang didirikan atas unsur kesamaan.

e. Fungsi transformatif
  Fungsi transformatif disini diartikan dengan mengubah bentuk kehidupan baru atau mengganti nilai-nilai lama dengan menanamkan nilai-nilai baru yang lebih bermanfaat.

Kelestarian Agama Dalam Masyarakat

     Seiring berkembangnya ilmu pengetahuan, kemudian lahir pemikiran-pemikiran yang berlandaskan pada pemikiran sekuler seperti pemikiran Max Weber yang mengatakan bahwa pada masyarakat modern agama akan lenyap karena pada masyarakat modern dikuasai oleh teknologi dan birokrasi. Tetapi pemikiran tersebut itu belum terbukti dalam kurun waktu terkhir ini. Sebagai contoh yang terjadi di negara-negara komunis seperti Rusia, RRC, Vietnam yang menerapkan penghapusan agama karena tidak sesuai dengan ideologi negara tersebut, tetapi beberapa orang berhasil mempertahankan agama tersebut, bahkan umat beragama semakin meningkat. Dengan mengirasionalkan agama bahwa agama adalah sesuatu yang salah dalam pemikiran, tetapi dengan sendirinya umat beragama dapat berpikir dan mengetahui apa yang dipikirkan mengenai agama. Sehingga umat beragama dapat memahami apa arti sebuah agama dan manfaatnya.

     Karena semakin berkembangnya ilmu pengetahuan yang demikian dinamis, teori-teori lama kemudian mengalami penyempurnaan dan revisi. Bukan pada tempatnya membandingkan kebenaran ilmu pengetahuan dengan kebenaran yang diperoleh dari informasi agama. Pemeluk agama meyakini kebenaran agama sebagai kebenaran yang bersifat kekal, sementara kebenaran ilmu pengetahuan bersifat dinamis sesuai dengan perkembangan kemampuan pola pikir manusia. Ilmu pengetahuan sendiri sebenarnya bisa menjadi bagian dari penafsiran nilai-nilai agama. Sepertia yang dikatakan David Tracy bahwa ilmu pengetahuan itu mengandung dimensi religious, karena untuk dapat dipahami, dan diterima diperlukan keterlibatan diri dengan soal Ketuhanan dan agama.
Read More >>

Selasa, 27 Desember 2011

[Periode 4] Ilmu Pengetahuan, Teknologi Dan Kemiskinan

Nama   : Nur Aini Ayu Solichatin
NPM    : 15111344
Kelas  : 1ka34


1. Ilmu Pengetahuan


     Ilmu pengetahuan adalah seluruh usaha sadar untuk menyelidiki, menemukan dan meningkatkan pemahaman manusia dari berbagai segi kenyataan dalam alam manusia. Segi-segi ini dibatasi agar dihasilkan rumusan-rumusan yang pasti. Ilmu memberikan kepastian dengan membatasi lingkup pandangannya, dan kepastian ilmu-ilmu diperoleh dari keterbatasannya. Atau dengan kata lain ilmu pengetahuan adalah pengetahuan yang bersistem dan bermetode yang menuntut suatu kebenaran.

         Langkah-langkah dalam memperoleh ilmu dan objek ilmu meliputi rangkaian kegiatan dan tindakan, yaitu dimulai dengan :
1. PENGAMATAN
  Suatu kegiatan yang diarahkan kepada fakta yang mendukung apa yang dipikirkan untuk sistemasi, kemudian menggolong-golongkan dan membuktikan dengan cara berpikir analistis, sintesis, induktif dan deduktif.
2. PENGUJIAN KESIMPULAN
  Dengan menghadapkan fakta-fakta sebagai upaya mecari berbagai hal yang merupakan pengingkaran.

        Para ilmuwan sebagai profesional di bidang keilmuan tentu perlu memiliki visi moral, yang dalam filsafat ilmu disebut sebagai sikap ilmiah, yaitu suatu sikap yang diarahkan untuk mencapai pengetahuan ilmiah yang bersifat objektif, yang bebas dari prasangka pribadi, dapat dipertanggungjawabkan secara sosial dan kepada Tuhan. Sikap ilmiah harus dimiliki oleh setiap ilmuwan.hal ini disebabkan oleh karena sikap ilmiah adalah suatu sikap yang diarahklan untuk mencapai suatu pengetahuan ilmiah yang bersifat objektif. Sikap ilmiah bagi seorang ilmuwan bukanlah membahas tentang tujuan dari ilmu, melainkan bagaimana cara untuk mencapai suatu ilmu yang bebas dari prasangka pribadi dan dapat dipertanggung jawabkan secara sosial untuk melestarikan dan menyeimbangkan alam semesta ini,serta dapat dipertangung jawabkan kepada tuhan. Artinya selaras dengan kehendak manusia dan kehendak Tuhan.

  Sikap yang bersifat ilmiah yaitu meliputi 4 hal :
  1. Tidak ada perasaan yang bersifat pamrih sehingga mencapai pengetahuan ilmiah yang objektif.
  2. Selektif, artinya mengadakan pemilihan terhadap problema yang dihadapi supaya didukung oleh fakta atau gejala, dan mengadakan pemilihan terhadap hipotesis yang ada.
  3. Kepercayaan yang layak terhadap kenyataan yang tak dapat diubah maupun terhadap alat indera dan budi yang digunakan untuk mencapai ilmu.
  4. Merasa pasti bahwa setiap pendapat , teori, maupun aksioma terdahulu telah mencapai kepastian, namun masih terbuka untuk dibuktikan kembali.


2. Teknologi

       Teknologi adalah sebuah terminologi yang berasal dari barat atau yunani, yaitu tecnology. Dia merupakan penerapan atau implementasi dari ilmu pengetahuan dan rekayasa untuk tujuan tertentu. 

     Teknologi memperlihatkan fenomenanya alam masyarakat sebagai hal impersonal dan memiliki otonomi mengubah setiap bidang kehidupan manusia menjadi lingkup teknis. Jadi teknologi menurut Ellul adalah berbagai usaha, metode dan cara untuk memperoleh hasil yang distandarisasi dan diperhitungkan sebelumnya.

  Fenomena teknik pada masyarakat kini, menurut Sastrapratedja (1980) memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
 - Otomatisme, artinya dalam hal metode, organisasi dan rumusan dilaksanakan secara otomatis. Demikian juga dengan teknik mampu mengeliminasikan kegiatan non teknis menjadi kegiatan teknis
- Rasionalistas, artinya tindakan spontan oleh teknik diubah menjadi tindakan yang direncanakan dengan perhitungan rasional
- Teknik berkembang pada suatu kebudayaan
- Artifisialitas, artinya selalu membuat sesuatu yang buatan tidak alamiah
- Universalisme, artinya teknik melampaui batas-batas kebudayaan dan ediologi, bahkan dapat menguasai kebudayaan
- Monisme, artinya semua teknik bersatu, saling berinteraksi dan saling bergantung
- otonomi artinya teknik berkembang menurut prinsip-prinsip sendiri.

     Teknologi yang berkembang dengan pesat meliputi berbagai bidang kehidupan manusia. Luasnya bidang teknik digambarkan sebagai berikut :
a. Teknik meluputi bidang ekonomi, artinya teknik mampu menghasilkan barang-barang industri. Dengan teknik, mampu mengkonsentrasikan capital sehingga terjadi sentralisasi ekonomi
b. Teknik meliputi bidang organisasional seperti administrasi, pemerintahan, manajemen, hukum dan militer
c. Teknik meliputi bidang manusiawi. Teknik telah menguasai seluruh sector kehidupan manusia, manusia semakin harus beradaptasi dengan dunia teknik dan tidak ada lagi unsur pribadi manusia yang bebas dari pengaruh teknik.


3. Kemiskinan

     Kemiskinan dapat diartikan sebagai kurangnya pendapatan untuk memenuhi kebutuhan hidup yang pokok. Penduduk yang dapat dikatakan dibawah garis kemiskinan apabila pendapatan tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup yang paling pokok seperti pangan, pakaian, tempat berteduh, dll..

     Garis kemiskinan yang menentukan batas minimum pendapatan yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan pokok, bisa dipengaruhi oleh tiga hal :
-Persepsi manusia terhadap kebutuhan pokok yang diperlukan
-Posisi manusia dalam lingkungan sekitar
-Kebutuhan objectif manusia untuk bisa hidup secara manusiawi.

  Kebutuhan objektif manusia untuk bisa hidup secara manusiawi ditentukan oleh komposisi pangan apakah benilai gizi cukup dengan nilai protein dan kalori cukup sesuai dengan tingkat umur, jenis kelamin, sifat pekerjaan, keadaan iklim dan lingkungan yang dialaminya.

     Tiga unsur kemiskinan menurut orang lapangan (umum) :
a. Kemiskinan yang disebabkan handicap badaniah ataupun mental seseorang
b. Kemiskinan yang disebabkan oleh bencana alam
c. Kemiskinan buatan. Yang relevan dalam hal ini adalah kemiskinan buatan, buatan manusia terhadap manusia pula yang disebut kemiskinan structural.
Read More >>

Senin, 26 Desember 2011

[Tips Fashion] Best Fashion Web And Blogs (Part 2)

1. Style Rookie (By : Tavi Gevinson)


          The new girl in town, she is Tavi Gevinson. Tavi cuma ordinary girl menurutnya. Dia selalu tergila-gila dengan fashion street dan menjadi psiko profesor  yang dengan edannya bereksperimen. Thanks god, dia memulai debut blognya 31 maret 2088 disaat usianya masih 11 tahun, wow!! Enggak ada yang tahu Tavi ngeblog, even orangtuanya. Mereka tahu apa yang selalu dikerjakannya tapi enggak pernah mikir her ordinary sugar were fame. Sampai ia mendatangi mama dan papa not for a new barbie doll. Tapi permission buat interview di New York Times!
     Semenjak itu viewer mini blognya mencapai 50ribu readers! dan officially #1 fans si kecil Tavi. Dari situ banyak media mulai membidiknya. Klimaksnya beberapa perancang internasional begging her duduk di barisan pertama runway mereka di fashion week. Mulai dari Jean Paul Gaultier sampai Alexander McQueen. Saking ngefansnya, Jean Paul Gaultier ngebet buat clothing line mini buat kiddos. Dia berpendapat anak kecil punya hak untuk menjadi stylish.


Read More >>

[Tips Fashion] The Fashion Blogger

     Mereka bukan cuma handal dalam memadupadankan outfit hingga tercipta total look yang daring. Tapi, kepekaan mereka terhadap dunia fashion pun turut diacungi jempol. Lihat saja blog mereka yang selalu berisi foto-foto dan pembahasan tentang fashion yang ter-update. Sangat Inspiratif! Steal one of their most fabulous look here.. Yuuk kita kunjungi blog mereka ->

1. Adeline Rapon 

2. Fashion Squad (By : Carolina Engman)

3. Combo Monster (By : Duygu Fidanoglu)






     Nah gimana? keren-keren kan fashion yang mereka perlihatkan? :D
Read More >>

Rasa Dalam Hati

Ku mencintaimu tanpa kau tahu betapa dalamnya rasaku untukmu..
Ku menyayangimu tanpa kau tahu betapa besarnya rasaku untukmu..
Telah ku berikan cintaku, telah ku berikan sayangku hanya untukmu..
Namun, kau abaikan rasaku.. Kau acuhkan hatiku..
Read More >>

C I N T A

Cinta kadang sulit terbayangkan.
Saat kita sendiri, perasaan senang dalam hati membuat hidup bahagia ketika menjalani hari.
Cinta yang terlahir pada pandangan pertama memang berawal dri tatap mata yang berakhir di hati.
Ingin rasanya ku memilikimu dengan segala apa yang ada dalam dirimu, karena berawal dari pandanganlah benih cinta kan merasuk..
Read More >>